RedDoorznear Alun Alun Batu 2 menawarkan akomodasi dengan Wi-Fi gratis dan parkir pribadi gratis di Batu, 300 meter dari Batu Townsquare. BupatiMajalengka Karna Sobahi meresmikan alun-alun Majalengka, Senin (8.2.2021) yang proses renovasinya dilakukan sejak September 2019 lalu. Dalam foto suasana alun-alun ramai kunjungan pada malam hari, akun itu membubuhkan tulisan bernada pernyataan satir. 'apa itu 3m?' tulis akun itu. Pasuruan Geger, Perempuan Setengah Telanjang PasuruanJl. Alun-alun utara No. 7 Kel. Bangilan Kec. Panggungrejo Kota Pasuruan. Jumat malam (31/12/2021) Bhabinkamtibmas Himbau dan bagikan masker pada malam hari ke warga. April 23, 2022 admin 0. Polsek pematang karau terus melaksanakan patroli dalam rangka pemberantasan premanisme. Juni 17, 2021 admin 0. DariBangil, peziarah bisa langsung menuju makam KH Abdul Hamid atau Mbah Hamid. Makam Mbah Hamid berada di kompleks pemakaman Masjid Jamik Al-Anwar, Kota Pasuruan. "Setiap hari tak pernah sepi. Sangat ramai kalau malam Jumat. Sabtu dan Minggu juga. Orang dari bebagai kota datang, ribuan," kata petugas keamanan makam, Hendri Sucahyono. Menurutmantan PJ Kades Bucor Wetan, Kecamatan Pakuniran ini, perempuan tersebut juga kerap ditemui mandi saat malam hari di air mancur Alun-alun Kota Kraksaan. Namun baru pada Rabu (9/12/2020) malam kepergok warga. “Sebelum-sebelumnya memang sering, tapi kalau malam hari jarang ada yang mengambil video, lagian juga semalam hujan. AlunAlun Mojokerto. Lokasinya yang berada di pusat kota, Alun-Alun sering dijadikan pusat kegiatan masyarakat. Pada pagi hari biasanya digunakan untuk arena ber-olahraga, sedangkan malam harinya berubah menjadi pusat kuliner terbesar di Kota Mojokerto. Nganjuk, Kediri, Surabaya hingga Pasuruan di malam minggu dan pada hari libur nasional Kopdarbiasanya dilakukan setiap akhir pekan (malam sabtu atau malam minggu) dengan lokasi/tempat yang diketahui bersama. Ada juga yang namanya Kopsan (kopdar santai), ini biasanya dilakukan oleh para anggota klub/komunitas yang memiliki waktu luang dan nongrong bersama. Alun-Alun Kota Tasikmalaya. 6. CCI Ciamis Waktu Kopdar : Hari Sabtu BimaArya Sugiarto menyampaikan, progres pembangunan Alun-alun ini berjalan dengan baik. Alun-alun Kota Bogor ini dibangun di lahan eks Taman Topi atau Taman Ade Irma Suryani. “Progresnya (Alun-alun) berjalan baik, sudah 10 persen. Itu artinya positif,” kata Bima Arya, menyadur dari Suara.com, Sabtu, (7/8/2021). PASURUAN Radar Bromo – Satu persatu genting diturunkan. Sejumlah pekerja juga melepasi rangka-rangka atap bangunan bekas kantor Diamemperkirakan pasangan kekasih itu berciuman di sisi timur alun-alun di atas pukul 22.00 WIB. "Sebenarnya di alun-alun sudah ada pos Satpol PP, cuman memang orang melakukan hal seperti itu mencari sepinya. Kami belum tahu dilakukan jam berapa, kemungkinan besar di atas jam 10 malam. Kalau tidak salah kejadiannya 2-3 hari lalu. cYjk. PASURUAN, Radar Bromo – Operasi wajah Alun-alun Kota Pasuruan belum tuntas sepenuhnya. Pemkot Pasuruan merencanakan proyek lanjutan revitalisasi kawasan tersebut. Hanya saja, sentuhan yang akan dilakukan di tahun kedua ini tidak sebesar tahun lalu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan Samsul Rizal mengatakan, pekerjaan lanjutan kali ini akan menyempurnakan revitalisasi alun-alun yang sudah dimulai tahun lalu. Mengingat sentuhan terhadap kawasan yang dibuat wisata religi terintegrasi itu memang direncanakan secara menyeluruh. Sejauh ini, Rizal mengklaim sudah banyak perubahan wajah alun-alun. “Tahun lalu memang pekerjaan mayornya. Sekarang tinggal melanjutkan saja untuk menyempurnakan yang belum tersentuh,” bebernya. Dalam proyek lanjutan nanti, lanjut Rizal, pihaknya akan fokus pada tugu yang berada tepat di tengah alun-alun. Mengingat bangunan itu merupakan ikon yang statusnya adalah cagar budaya. Sehingga harus tetap dipertahankan dan selalu dirawat. “Kemarin hanya berupa pengecatan saja mengikuti konsep alun-alun secara umum. Ke depan Kami akan coba membuat agar tugu itu semakin menarik perhatian pengunjung,” ujarnya. Misalnya dengan menambahkan lampu sorot yang memancar setinggi bangunan tugu. Dengan begitu, obyek cagar budaya tersebut bisa tampak indah sekalipun di malam hari. Di samping itu, dengan anggaran sekitar Rp 750 juta, revitalisasi lanjutan di alun-alun juga untuk melengkapi sarana penunjang. “Termasuk yang ingin kami sediakan di sana adalah sumber penyiraman taman,” terang Rizal. PASURUAN, Radar Bromo – Operasi wajah Alun-alun Kota Pasuruan belum tuntas sepenuhnya. Pemkot Pasuruan merencanakan proyek lanjutan revitalisasi kawasan tersebut. Hanya saja, sentuhan yang akan dilakukan di tahun kedua ini tidak sebesar tahun lalu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan Samsul Rizal mengatakan, pekerjaan lanjutan kali ini akan menyempurnakan revitalisasi alun-alun yang sudah dimulai tahun lalu. Mengingat sentuhan terhadap kawasan yang dibuat wisata religi terintegrasi itu memang direncanakan secara menyeluruh. Sejauh ini, Rizal mengklaim sudah banyak perubahan wajah alun-alun. “Tahun lalu memang pekerjaan mayornya. Sekarang tinggal melanjutkan saja untuk menyempurnakan yang belum tersentuh,” bebernya. Dalam proyek lanjutan nanti, lanjut Rizal, pihaknya akan fokus pada tugu yang berada tepat di tengah alun-alun. Mengingat bangunan itu merupakan ikon yang statusnya adalah cagar budaya. Sehingga harus tetap dipertahankan dan selalu dirawat. “Kemarin hanya berupa pengecatan saja mengikuti konsep alun-alun secara umum. Ke depan Kami akan coba membuat agar tugu itu semakin menarik perhatian pengunjung,” ujarnya. Misalnya dengan menambahkan lampu sorot yang memancar setinggi bangunan tugu. Dengan begitu, obyek cagar budaya tersebut bisa tampak indah sekalipun di malam hari. Di samping itu, dengan anggaran sekitar Rp 750 juta, revitalisasi lanjutan di alun-alun juga untuk melengkapi sarana penunjang. “Termasuk yang ingin kami sediakan di sana adalah sumber penyiraman taman,” terang Rizal. Artikel Terkait PASURUAN, Radar Bromo – Wajah baru Alun-alun Kota Pasuruan mulai menjadi primadona masyarakat. Setiap hari, selalu berdatangan pengunjung dari dalam dan luar kota. Pagi, siang, sore, sampai malam. Padahal, perombakan wajah face off alun-alun masih akan berlanjut. Revitalisasi alun-alun dimulai pada 2022 lalu. Baru meliputi penambahan gapura di sisi selatan dan utara. Kemudian mengganti lantai jalur pedestrian dengan granit. Ditambah beberapa lampu taman. Bagian tengah alun-alun juga lebih luas karena kolam ikan yang mengelilingi tugu sudah dibongkar. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan Samsul Rizal mengungkapkan, revitalisasi alun-alun memang sengaja dilakukan secara bertahap. Tahun lalu, sebagian besar pekerjaan sudah dirampungkan. ”Tahun ini penyempurnaan,” katanya. Karena itu, anggaran yang dipakai untuk melanjutkan revitalisasi kawasan tersebut tidak sebesar tahun lalu. Pemkot Pasuruan mengalokasikan dana sekitar Rp 756 juta dalam APBD 2023. Menurut Rizal, anggaran tersebut nantinya dipakai untuk mempercantik kawasan alun-alun yang sudah di-face off. ”Seperti di titik tengah bagian tugu itu rencananya kami buatkan lampu sorot atau lampu berjalan sebagai hiasan saat malam hari,” jelas Rizal. Di samping itu, sejumlah sudut jalur pedestrian akan dilengkapi dengan dekorasi pergola atau semacam gapura mini. Beberapa titik juga akan ditambah dengan lampu-lampu taman untuk menambah estetika. Belum lagi fasilitas bangku-bangku taman. Pengunjung dipastikan lebih leluasa dan nyaman untuk menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau RTH tersebut. PASURUAN, Radar Bromo – Wajah baru Alun-alun Kota Pasuruan mulai menjadi primadona masyarakat. Setiap hari, selalu berdatangan pengunjung dari dalam dan luar kota. Pagi, siang, sore, sampai malam. Padahal, perombakan wajah face off alun-alun masih akan berlanjut. Revitalisasi alun-alun dimulai pada 2022 lalu. Baru meliputi penambahan gapura di sisi selatan dan utara. Kemudian mengganti lantai jalur pedestrian dengan granit. Ditambah beberapa lampu taman. Bagian tengah alun-alun juga lebih luas karena kolam ikan yang mengelilingi tugu sudah dibongkar. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan Samsul Rizal mengungkapkan, revitalisasi alun-alun memang sengaja dilakukan secara bertahap. Tahun lalu, sebagian besar pekerjaan sudah dirampungkan. ”Tahun ini penyempurnaan,” katanya. Karena itu, anggaran yang dipakai untuk melanjutkan revitalisasi kawasan tersebut tidak sebesar tahun lalu. Pemkot Pasuruan mengalokasikan dana sekitar Rp 756 juta dalam APBD 2023. Menurut Rizal, anggaran tersebut nantinya dipakai untuk mempercantik kawasan alun-alun yang sudah di-face off. ”Seperti di titik tengah bagian tugu itu rencananya kami buatkan lampu sorot atau lampu berjalan sebagai hiasan saat malam hari,” jelas Rizal. Di samping itu, sejumlah sudut jalur pedestrian akan dilengkapi dengan dekorasi pergola atau semacam gapura mini. Beberapa titik juga akan ditambah dengan lampu-lampu taman untuk menambah estetika. Belum lagi fasilitas bangku-bangku taman. Pengunjung dipastikan lebih leluasa dan nyaman untuk menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau RTH tersebut. Artikel Terkait Kota Pasuruan - Revitalisasi kawasan alun-alun dan pembangunan 'payung Madinah' di depan Masjid Al-Anwar disebut mampu mendongkrak kunjungan wisatawan di Kota Pasuruan. Tapi banyak pengujung yang kecele saat datang ke Masjid Al-Anwar karena payung itu dalam keadaan payung Madinah di Alun-alun Kota Pasuruan itu memang terjadwal. Nah, supaya tidak kecewa datang jauh-jauh tapi tidak bisa menikmatinya, simak jadwal buka tutup Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Disparpora Kota Pasuruan Akung Novayanto mengatakan bahwa payung Madinah sejatinya belum diresmikan. Namun pihaknya sudah mengoperasikan payung itu sehingga sudah berfungsi sebagaimana mestinya. "Belum ada peresmian, tapi setiap hari kami buka payungnya," kata Akung, Jumat 24/2/2023.Akung menjelaskan payung dibuka mulai pukul WIB hingga pukul WIB. Sehingga di malam hari payung itu sudah dalam kondisi Madinah di Alun-alun Kota Pasuruan. Foto Muhajir Arifin/detikJatim"Setiap hari kami buka, mulai pukul 8 pagi sampai 3 sore," jelas bertahun-tahun kawasan Alun-alun Kota Pasuruan dikunjungi ribuan orang baik dari dalam kota maupun luar kota. Sebagian besar pengunjung datang untuk berziarah ke Makam KH Abdul Hamid Mbah Hamid.Tidak sedikit pengunjung yang datang untuk berjalan-jalan. Potensi kunjungan yang besar itu oleh Pemkot Pasuruan coba ditingkatkan agar semakin berdampak pada perekonomian warga. Karena itu revitalisasi alun-alun alun-alun dipercantik, kawasan wisata religi makam ditata, dan puncaknya pembangunan enam payung besar yang lebih familier disebut payung Madinah di depan Masjid Agung revitalisasi sangat signifikan. Pengunjung semakin banyak, ekonomi makin bergerak kencang. Becak wisata semakin laris dan pedagang diuntungkan dengan kota yang semakin ramai. Simak Video "Viral Aksi Warga Evakuasi Mobil Google Maps yang Nyasar ke Kebun Tebu" [GambasVideo 20detik] dpe/fat