Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS Ar-Ra'd [13]: 11) Danbarang siapa yang menukar iman dengan kekafiran) artinya mengambil kekafiran sebagai ganti keimanandisebabkan tidak mau memperhatikan ayat-ayat yang jelas dan lebih memilih yang lainnya (maka sesat dari jalan yang benar) 'sawa' asalnya 'wasath', artinya pertengahan. Didalam KUH Perdata surat wasiat dapat dinyatakan baik dengan akta tertulis sendiri, yang seluruhnya harus ditulis dan ditanda tangani oleh orang yang mewarisi atau olografis, pengaturan warsiat Ayatini sering digunakan sebagai ayat motivasi bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik kecuali dengan usaha dan jerih payahnya sendiri. Namun, pada praktiknya tafsiran seperti ini bertentangan dengan realitas lapangan. Penggunaankata ma (apa) dalam kutipan ayat di atas, berbicara tentang perubahan apapun, baik dari nikmat atau suatu yang positif menuju ke niqmat (murka) atau suatu yang negatif. Maupun sebaliknya, dari negatif ke positif. Dengan menafsirkan sebaliknya demikian, maka kutipan ayat ini menjadi pelecut semangat untuk mewujudkan perubahan. Dalamayat yang pertama Allah Ta'ala menggandengkan "Azh Zhuhur" (kemenangan/kejayaan) bagi agama ini dengan petunjuk dan agama yang benar yang di bawa oleh Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Ini berarti bahwa umat Islam tidak akan mendapatkan kemenangan dan kejayaan yang Allah Ta'ala janjikan dalam ayat tersebut, kecuali jika 33 Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur, QS.Surat Saba' [34]:33. Iniadalah kerana keharmonian dan kesejahteraan dalam hubungan masyarakat akan hanya dapat diwujudkan jika setiap individu mempunyai pemahaman yang baik tentang peranan masing-masing untuk menerapkan nilai-nilai murni dalam interaksi seharian. Hubungan baik dalam kalangan masyarakat berbilang bangsa di negara ini harus diharmonikan dan dipelihara. Fenomenasaling menghina dan merendahkan di dunia digital di Indonesia sejatinya lahir dari adanya rasa "paling" dari diri masing-masing individu maupun kelompok. Rasa "paling" ini bisa berbentuk "paling benar", "paling mampu", "paling baik" dan lain sebagainya. Ironisnya, banyak dari fenomena-fenomena tersebut yang melibatkan umat Islam di dalamnya. AyatAl Quran Tentang Akhlak Kepada Allah. Secara garis besarnya akhlak kepada Allah adalah Aqidah akhlak berupa Tauhid, Tawakal, Syukur, Sabar, Ridho dan ikhlas. Ayat pertama yang akan kami tuliskan berikut tentang aqidah akhlak kepada Allah juga kepada manusia secara umum. Ayat AL Quran Tentang Aqidah Akhlak. Al Quran Surat Al-Baqoroh ayat 83 MK7pEnt.